KENAPA YA KOK DOAKU GAK DIKABULKAN??

KENAPA YA KOK DOAKU GAK DIKABULKAN??
Oleh: yovi_el faqir_rohman
Repost tulisan lamaí
Maaf bhsy alay. Semoga bisa diambil pelajaran.
perkara ini mungkin jadi pertanyaan setiap orang, terutama yang doanya seret
kalau orang crewet pasti pertanyaannya berkembang 
1. kenapa ya, kok doaku gak dikabulkan padahal setiap hari aku rajin beribadah kepada allah?
2.kenapa ya kok tetanggaku hidupnya enak terus, sepertinya doanya selalu dikabulkan, padahal itu orang gak pernah sholat, ahli maksiat. pokoknya orang bangsat. 
akhirnya muncul perasaan di dalam hati ALLAH GAK ADIL 
Bapak-bapak, ibu-ibu semua yang ada disini
Allah tidak pernah mengingkari janji, bukankah allah sudah berfirman.
"uduuny astajiblakum"
adakalanya allah menjawab doa hambanya dengan 3 kalimat.
pertama : langsung dikabulkan
kedua : dikabulkan tapi masih nunggu waktu yang tepat
ketiga : dikabulkan tapi diganti menjadi lebih baik. 
tuh kan, semua tetep dikabulkan kan.
Kita merancang Allah juga merancang.
Kita merencanakan Allah juga merencanakan.
cuma rancangan Allah lebih baik, rencana Allah lebih baik.
allah tahu mana yang terbaik buwat hambanya, seperti orang tua yang taw, mana yang terbaik buat anaknya
example
jika seorang anak kecil minta mobil-mobilan ke bapaknya, maka kalau bapaknya cayank pasti langsung dikabulkan, kalau anak kecil tadi minta mobil beneran, maka kalau bapaknya pinter, ndak akan dikabulkan sebelum anak itu dewasa, lalu kalau anak itu waktu sudah dewasa minta motor, maka kalau bapak yang gak pelit pasti dibeliin mobilí biar anaknya gak kehujanan naik motor. 
oh. heemb, heemb, heemb. paham mbah. 
tapi itu pertanyaan belum dijawab mbah, kaifa mbah iki, amatiran jawabnya
KENAPA DOAKU GAK DIKABULKAN PADAHAL AKU MERASA AHLI IBADAH
Dawuhnya Abah Yai Marzuki Mustamar, doa it seperti mengamen yang suaranya enak sukses, yang suaranya gak enak, tambah sukses haha hehe hihi.
ada orang ngamen suaranya gak enak belum habis 1 lagu langsung dikasih sama tuan rumah, pertanyaanya ini pengamen dikasih atau di usir ? ya dikasih sekaligus di usir
tapi kalau ada pengamen udah suaranya merdu, ganteng, punya sopan santun,tuang rumah seneng denger suaranya, dapat 1 lagu gak dikasih, request tambah 1 lagu lagi, kok enak, minta lagu lagi sampai 10 lagu (jadinya buat album sekalian lama-lama ini pengamen gak dikasih uang tambah dijadikan menantu, dapat istri, dapat rumah, mobil, sawah
terus apa hubunganya dengan pertanyaan mbah, joko sembung naik ojek. gak nyambung jek
Seperti example diatas kita termasuk ahli ibadah melakukan perintah allah dan menjauhi larangan, berdoa kepada allah dengan kerendahan hati, menangis setiap malah, dengan adab berdoa seperti yang dicontohkan rosul, 1 tahun gak dikabulkan, 2 tahun tambah seperti gak ada harapan dikabulkan, sampai puluhan tahun, itu doa kadaluarsa bukan berarti Allah tidak cayank kepada kita, Allah seneng dengan doa kita, Allah seneng dengan pengamen seperti kita, suaranya enak, punya adab lagi, kalau allah langsung mengabulkan, kita ndak doa lagi allah gak suka kita pergi, jadi allah sengaja tidak mengabulkan doa kita, dengan tujuan supanya hambanya dekat denganya sampai pada akhirnya mendapatkan nikmat yang melebihi permintaan kita,
Nabi nuh berdoa kepada Allah,
robby la tadar alal ardi minal kafirina dayyaro,
ya allah hancurkan itu orang kafir, mereka itu ngrusak saja, hancurkan saja ya allah.
wala yalidu illa fajiron kaffaro.
mereka tidak melahirkan kecuali melahirkan anak yang fajir dan kafir.
apa jawab ALLAH
"tanam itu pohon jati" doa minta hancurkan orang kafir, jawabanya tanah pohon jati #bingung
setelah pohon bertahun-bertahun.
"tebang itu pohon, bikin kapal" kapal jadi banjir bandang datang. HANCUR SEMUA ORANG KAFIR
apa kata allah.
"hai nuh ini doamu 50 tahun yang lalu" 
tuh lihat, nabi Nuh, seorang nabi 50 tahun doanya baru dikabulkan, kita doa 5 hari gak dikabulkan, sudah suudzon ke allah
dalam suatu keterangan di kitab tambih al ghofilin.
baina dua' wal ijabah arbaina sanatan.
antara doa dan ijabah 40 tahun. 
so, ketika kamu merasa ahli ibadah tapi doamu gak pernah dikabulkan, jangan sedih, husnudon aja, allah sangat mencintai kamu í ½í±¼ tapi ketika kamu berdoa gampang sekali dikabulkan, bisa jadi kamu doanya gak punya adab, tidak di.ijabahi tapi di usir, diberi tapi sejatinya gak diberi
oh, gtuw toh mbah, paham aku,
tapi mbah, pertanyaan kedua belum lengkap gak komplit.
KENAPA ORANG AHLI MAKSIAT TAPI DOANYA SELALU DIKABULKAN
oalah. le.e.e. le.e.e. :D gak digatekno ,
sama seperti pengamen tadi, tuan rumah gak seneng ada pengamen, suaranya gak enak, dan gak punya adab, belum dapat 1 lagu langsung dikasih, tuan rumah, eneek, lihat dia jadi langsung diusir. í ½í¸ª
Orang-orang ahli maksiat terkadang mendapatkan istidraj.
apa istidraj itu mbah ?
allah memberi kepada orang-orang yang melupakanya dengan tujuan, agar mereka semakin terlena dengan harta dunia. dan ketika sudah melupakan allah, allah secara tiba-tiba mengambil nikmatnya, dan mengazabnya, agar bertambah keputus asaanya
firman allah. (Al-anam):44 - Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
so jadi, orang ahli maksiat itu bukan mendapat nikmat tapi dapat istidroj.ezt. yow mbah kesel ngetik.e 
oh. gitu toh mbah. he.emb. he.emb.
mbah pertanyaan terakhir.
dari tadi mbah iki, bicara apa ce, kok saya gak paham, 
mbah, (setrok kumat) 
cukup, ya jeck, nasehatnya.
biar gak salah paham, moto penulis "watawa soubil haqqi watawa soubis sobri " .
saya tutup dengan kalimat hikmah ibnu athoilah
hof min wujudi ihsanihi ilaika wadawamu isaatika maahu, an yakuna dalika istidrojan laka
takutlah, dengan segala kenikmatan yang engkau peroleh, sedangkan engkau termasuk ahli maksiat, karna bisa jadi itu istidroj buat kamu 
walladina kazzabu biayatina sanastajrisuhum min haisu la yaklamun

MUROAJAH YUUK

MUROJAAH YUK
🌅Motivasi pagi
Sesungguhnya Al-Quran itu cemburuan. Jangankan ditinggal maksiat, ditinggal kuliah aja hafalannya bakalan hilang kalau tidak di murojaah lagi.
😰😭
satu jam saja kutelah bisa cintai kamu dihatiku, namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
Lhooo lhoooo masak hafalan Al-Quran malah sebaliknya😶
Rosul bersabda:
عن أبي موسى عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: تعاهدوا القرآن فو الذي نفسي بيده لهو أشد تفصيا من الابل في عقلها
“Dari Abu musa -semoga
Allah meridhainya- bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: _“Jagalah Al-Quran ini, karena demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta dalam ikatannya”. (HR. Bukhari 4645).
Kata “ta’aahaduu” artinya ulang-ulangilahAl-Qur’an dan peliharalah di dalam membacanya serta mintalah pada diri kalian untuk selalu mengulanginya. Janganlah lalai dari menjaga dan mengulang-ulangnya. . sebagaimana seekor unta ia meminta agar tidak terlepas sebisa mungkin. Maka, kapan saja kita tidak mengikatnya, ia akan lari. Begitu juga dengan seorang penghafal Al-Qur’an, jika ia tidak betul-betul menjaganya, maka hafalannya akan hilang bahkan lebih dahsyat lagi dari pada itu.Ibnul Bathal mengatakan: hadits ini sesuai dengan dua ayat dari firman Allah ‘Azza Wa Jalla yaitu:“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat”. (QS. Al Muzzammil: 5).“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”. (QS. Al Qamar: 17) artinya: barang siapa yang menyambut Al-Qur’an dengan penjagaan yang kuat, maka akan dimudahkan baginya. Dan barang siapa yang berpaling darinya, maka ia akan lepas. (Fathul Baari)
.وعن ابن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مثل القرآن مثل الابل المعلقة إن تعاهدها صاحبها بعقلها أمسكها عليه وإن أطلق ذهبت“
Dari ibnu umar –semoga Allah meridhainya- berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “perumpamaan Al-Qur’an adalah seperti unta yang diikat, jika pemiliknya menjaganya dengan tali pengikatnya, maka ia akan tetap ada (tidak lari). Dan jika pemiliknya membiarkannya, maka ia akan lari”. (HR. Bukhari 4643)
📌*TANBIH*
Sesungguhnya menambah hafalan itu adalah nikmat dari Allah dan murojaah hafalan yang sudah dihafal itu mensyukurinya. Jangan sampai kita ingin diberi nikmat terus tapi tidak maw mensyukurinya. Jangan sampai kita fokus hafalan terus tapi tidak mau murojaah. Bukankah Allah berfirman (jika kalian bersyukur maka akan aku tambah nikmatku). jadi jika ingin nikmatmu ditambah maka bersykurlah, jika ingin hafalanmu tambah sejatinya banyaklah murojaah.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS. Ibrahim/07
Follow IG: @yovi_el faqir @dakwahdanmotivasi
Gabung grup WA: 082335522732 (DAKSI)

JANGAN TAKUT MENCUCI BAJU WALAUPUN TANGANMU MASIH KOTOR

JANGAN TAKUT MENCUCI BAJU WALAUPUN TANGANMU MASIH KOTOR
oleh: yovi_el faqir
For_Daksi

Sahabatku sesama muslim, jangan takut mencuci baju walaupun tanganmu masih kotor. 
Kenapa????
Karna, jika kita melakukan hal ini yang pertama kali bersih bukan bajunya tapi tangannya.
Banyak orang yang merasa tidak pantas untuk berdakwah berjuang dijalan Allah. Mereka merasa tidak pantas untuk amar makruf nahi munkar karna merasa belum menjadi orang yang baik, merasa amal ibadahnya belumlah sempurna, merasa dirinya sendiri masih perlu banyak belajar. Dan banyak lagi alasan yang lainnya.
Sahabatku sesama muslim.
Jika semua orang diseluruh dunia ini punya pemikiran seperti ini. Pertanyaanya.
1. Apakah didunia ini ada orang yang sempurna selain Rosulullah?
2. Jika semua orang merasa tidak pantas untuk berdakwah, lalu siapa lagi yang pantas? Niscaya hanya Rosul yang pantas
3. Jika tidak ada lagi orang yang berdakwah. Maka generasi berikutnya akan lebih banyak lagi orang yang tidak mengerti ilmu agama.
Sahabatku sesama muslim, sesungguhnya berdakwah itu tidak harus ceramah diatas panggung atau harus terkenal di telvisi.
Cukuplah bagi kita menunjukkan sesuatu yang baik kepada orang lain, saling menasehati diantara sesama muslim.
من دل على خير فله مثل اجر فاعله
(Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukanya)
بلغوا عني ولو اية
(Sampaikanlah walau hanya dengan satu ayat)
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه, وذلك أضعاف الإيمان
Barangsiapa di antara kamu sekalian yang melihat kemunkaran hendaknya merubah kemunkaran tersebut dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, yang demikian adalah selemah-lemahnya iman
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. QS. Ali-Imron/104
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah QS. Ali-Imron/110
Sahabatku sesama muslim. Jangan takut mencuci baju walaupun tanganmu masih kotor. Janganlah takut untuk berdakwah karena dengan berdakwah secara ndak langsung kita telah berproses untuk merubah diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik.
Jika kita ingin menyumbang pembangunan masjid tapi nunggu iklas malah masjidnya gak jadi jadi.
Mending kita nyumbang dulu akhirnya masjid jadi. Masalah ihlas kita belajar seiring berjalannya waktu. Dan ini lebih maslahah daripada maw amal jariyah tapi nunngu iklas dulu.
Malang, 20/12/2016
@yovielfaqirrohman

KUHABISKAN MASA TUAKU BERSAMA AL-QURAN

KUHABISKAN MASA TUAKU BERSAMA AL-QURAN
Oleh: Yovi Nur Rohman
Jika seandainya seluruh kitab suci semua Agama dimusnahkan dan sudah tidak tersisa lagi satupun kitab suci di dunia ini, niscaya hanya Islam saja yang masih memiliki kitab suci. Hal ini dikarenakan karena hanya Al-Quran saja satu-satunya kitab suci yang dihafal oleh jutaan umat muslim diseluruh dunia. Merupakan bukti kebenaran firman Allah SWT bahwa, Allah akan benar-benar menjaga Al-Quran dari segala bentuk pemalsuan seperti yang terjadi pada kitab-kitab suci sebelumnya yang sudah dipalsukan. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Hijr ayat 9:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”
Dalam ayat tersebut, Allah menggunakan dhomir mukhattab maal ghoir ((نا yang berarti “kami”, Makna lafad kami dalam ayat tersebut adalah Allah, Malaikat, Rosul dan para penghafal Al-Quran. Atas dasar ini banyak orang muslim termotivasi untuk menghafal Al-Quran dengan mengharapkan ridho Allah. Terlebih lagi Allah memberikan keistimewaan bahwa Al-Quran yang menggunakan bahasa Arab bisa dihafal oleh orang ajam yang tidak menguasai bahasa Arab. Hal ini sudah Allah kabarkan dalam Al-Quran surat Al-Qomar ayat 40.
“dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?”
Sering aku berfikir bahwasanya Aku tidak ingin menghabiskan masa mudaku dengan sia-sia. Sewaktu aku masih duduk di kelas SD, aku sering belajar apalagi kalau sudah mendekati Ujian Nasional. Banyak sekali rumus-rumus MTK aku hafal, karna aku takut tidak lulus UN. Selalu terbayang jika seandainya aku tidak lulus UN maka apa yang akan terjadi denganku? orang tuaku pasti akan marah besar, aku pasti sangat malu, mungkin bisa saja aku gak akan mau sekolah lagi. Hal itu membuatku takut sehingga setiap hari aku belajar agar UN aku bisa lulus. Kejadian semacam itu terus aku alami ketika sekolah SMP semakin naik ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi ketakutanku semakin besar, lagi-lagi aku menghafal rumus MTK, Fisika, dan lain-lain dengan harapan mendapatkan nilai yang terbaik serta lulus, sampai SMA pun begitu, dan aku rasa hal seperti itu tidak terjadi pada diriku saja, mungkin semua siswa mengalami hal yang sama. Sebagian dari mereka ada yang jau-jauh hari belajar agar waktu ujian nasional tidak khawatir karna sudah punya bekal buat menghadapinya. Sebagian lagi ada yang setiap hari menghafal mata pelajaran yang akan diujikan sebelum UN dilaksanakan.
Atas dasar ini aku merenungkan satu hal. Bahwasannya di akhirat nanti akan ada ujian yang jauh lebih besar daripada UN yaitu hari pembalasan ketika semua manusia dikumpulkan di padang masyar (Qodirotul jalil). Tidakkah kita ingin belajar untuk menghadapi ujian itu? masihkan kita akan menghafal rumus MTK, Fisika atau yang lainnya agar bisa lulus dalam ujian itu? Bukan rumus MTK yang bisa menjadi bekal dalam ujian itu, ujian yang akan menentukan tempat kita di akhirat (surga atau neraka). Akan tetapi Al-Quran lah yang seharusnya kita hafal agar kita bisa lulus tentu saja dngan ridho allah. Tidakkah kita mahu berusaha belajar dari sekarang untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian itu dengan cara menghafal kalamullah?.
Kalau kita renugkan dari surat Al Asyr, demi waktu manusia akan merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh pertanyaannya adalah apakah kita termasuk dari orang-orang yang merugi? 1 hari ada 24 jam, kalau kita fikirkan berapa jam kah yag kita habiskan untuk tidur? berapa jam waktu yang kita buang sia-sia? untuk facebook, WA, BBM, nonton tv, shoping dan sebagainya. Tidakkah kita mau menyempatkan waktu kita 1 jam saja dalam satu hari untuk menghafal firman allah? kebanyakan orang tidak menyadari kalau dia telah membuang waktunya sia-sia. Mereka tidak menyadari kalau sudah termasuk orang yang di sebut dalam Al-quran surat Al Asyr. Mereka tidak mau menghafal al quran karna merasa tidak mampu, merasa tidak bisa sebenarnya yang membuat tidak bisa itu karna diri mereka sendiri yang tidak mau untuk mencoba, keyakinan bahwa dirinya tidak bisa itulah yang menghalanginya, tidak adanya niat yang kuat dalam mengahafalkan al quran. Berjalan seribu mil tidak akan pernah sampai kalau kita tidak berani mengambil langkah pertama, dan langkah pertama bagi kita dalam hal ini adalah tata niat kita tumbuhkan keyakinan bahwa kita bisa menghafal Al-Quran kalau orang lain bisa mengapa kita tidak?
Ketika kita sudah tua nanti ketika tubuh kita lemah tidak bisa melakukan apa-apa, bukankah akan sangat bahagia dibalik ketidak berdayaan kita, kita habiskan dengan selalu membaca Al-Quran, menuggu kehadiran malaikat maut sambil di temani Al-Quran. Akan tiba suatu masa dalam umur kita ketika kita menyesali masa muda kita yang terbuang sia-sia. Maukah kita menunggu masa itu terjadi, ataukah kita mau mencegah masa itu terjadi, atau kita mau meminimalkan penyesalan kita di masa itu, atau mungkin masa itu sudah terjadi? Belum ada kata terlambat , mari kita beranikan diri mengambil langkah pertama.

Total Pageviews

Cari

Popular Posts